Tampilkan postingan dengan label INFO MUSIK WORLD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO MUSIK WORLD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

I Love Rock 'n Roll AC/DC

Posted by Soul Sister 05.43, under | No comments




Lyrics to I Love Rock 'n Roll :
I saw him dancin' there by the record machine
I knew he must a been about seventeen
The beat was goin' strong
Playin' my favorite song
An' I could tell it wouldn't be long
Till he was with me, yeah me, singin'
I love rock n' roll
So put another dime in the jukebox, baby
I love rock n' roll
So come an' take your time an' dance with me
He smiled so I got up and' asked for his name
That don't matter, he said,
'Cause it's all the same
Said can I take you home where we can be alone
An' next we were movin' on
He was with me, yeah me
Next we were movin' on
He was with me, yeah me, singin'
I love rock n' roll
So put another dime in the jukebox, baby
I love rock n' roll
So come an' take your time an' dance with me
Said can I take you home where we can be alone
An we'll be movin' on
An' singin' that same old song
Yeah with me, singin'
I love rock n' roll
So put another dime in the jukebox, baby
I love rock n' roll
So come an' take your time an' dance with me

Sabtu, 02 Maret 2013

ungu biography

Posted by Soul Sister 10.17, under | No comments

Ungu merupakan band papan atas yang banyak melejit dengan lagu-lagu religinya Ungu merupakan gabungan dari beberapa warna. Filosofi inilah yang coba diadaptasi oleh band yang dibentuk oleh Franky Hadiakto. Beberapa musisi bekerja sama dan menghasilkan musik yang indah, gitu kira-kira yang diinginkan si pencetus nama untuk bandnya yang baru kebentuk.
Ungu terbentuk sejak lama. Jakarta, September 1996 tepatnya. Ungu yang pantang menyerah kendati sudah sering berganti formasi akhirnya mendapatkan kesempatan rekaman di bawah naungan label Warner Music Indonesia, untuk sebuah album kompilasi bertajuk Klik. Dalam album tersebut Ungu menyumbangkan 2 lagunya.
Pada tahun 2002, barulah Ungu berhasil membuktikan kemampuan bermusik mereka. Kali ini di bawah naungan label Hemaswara/Musica, Ungu akhirnya merils album debut mereka yang berjudul Laguku. Dengan 12 lagu ciptaan anak-anak Ungu sendiri, mereka ternyata juga mengundang musisi senior macam Sawung Jabo untuk membantu mereka menggarap aransemen string. Hasilnya bisa didenger di lagu-lagu macam Laguku, Maafkanlah dan Embun Hati. Musik Ungu menggabungkan gitar, bas, drum dan vokal menjadi 12 lagu beraliran pop progresif dengan sedikit unsur rock dalam album ‘Laguku’ ini.
Personil Ungu :
Pasha (Vokalis)
Nama Lengkap: Sigit Purnomo S.S.
TTL : Donggala, 27 November 1979
Bergabung dengan Ungu karir pertama sebagai model dan telah muncul dibeberapa iklan, main sinetron bergabung dengan beberapa band sebelum bergabung dengan Ungu. Tidak banyak yang tahu bahwa pernah menjadi juara II lomba Adzan Sulawesi Tengah. Cowok ternyata pandai mengaji ini sempat berkuliah di ABA-ABI sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah dan memilih berkarir musik.
MAKKI (BASSIS)
Nama Lengkap : Makki O. Parikesit
TTL : Jakarta, 23 Oktober 1971
Bergabung dengan Ungu: 1996 Ketika sedang mengambil gelar Indiana University, Amerika Serikat. Makki memperkaya kemampuan bermusiknya dengan bermain bersama sebuah band yang bernama Joint Session, yang selain menjadi band keliling sekitar Midwest, juga merupakan band pembuka beberapa konser grup musik ternama seperti. Toad the Road Sprocket dan John Mallencamn. Ketika kembali ke Jakarta tahun 1996, Makki sempat bergabung dengan Harris Ioni dan beberapa sesi in promptu sampai akhirnya membentuk UNGU.
Enda Gitaris
Nama Lengkap: Franco Medjaya
TTL : Kudus, 4 Maret 1978
Bergabung dengan Ungu 200, Cowok yang akrab dipanggil Enda ini memulai karirnya sebagai teknisi gitar untuk gitaris band ini. Ketika kebutuhan akan gitaris kedua, muncul Enda membuktikan bahwa ia adalah orang tepat untuk mengisi posisi itu. Lulusan fakultas hukum Universitas Ratulangi ini mudah dikenali dengan sebuah anting dibawah bibirnya.
Onci (Gitaris)
Nama Lengkap: Arlonsy Miraldi
TTL : Palu, 2 Oktober 1981
Bergabung dengan 2003, yang sebelumnya bergabung dengan Funky Kopral merupakan personil terakhir bergabung dengan UNGU. Dikenal sebagai gitaris energik dan bermusikalitas baik kehadiran. Onci menjadi nilai tambah bagi UNGU.
Rowman (Drummer)
Nama Lengkap: M. Nur Rohman
TTL : Jakarta, 9 Januari 1974
Bergabung dengan Ungu 2001, sebelum ke Ungu Rowman adalah drummer grup musik bernama Garux yang sempat meramaikan dunia musik Indonesia. - See more at: http://www.blogofnurjaya.com/2012/05/biography-ungu-band.html#axzz2MPJd9n2m

the sigit biography

Posted by Soul Sister 10.09, under | No comments

The S.I.G.I.T. (abbreviation of The Super Insurgent Group of Intemperance Talent) is an Indonesian rock band based in Bandung, Indonesia. Although the band doesn't like to be categorized, they've been described as a garage rock band and often compared to Wolfmother and The Datsuns, even dubbed as 'Indonesian Answer To Wolfmother' by some Australian media.[1]
Contents

    1 Origin of The Name
    2 Brief history
  •         2.1 1994-2002
  •         2.2 2002-2004
  •         2.3 2005-...
  •         2.4 2006
  •         2.5 2007
  •         2.6 2009
    3 Australian Tour
    4 Fans
    5 Members
    6 Discography
        6.1 Albums
        6.2 EPs
        6.3 Compilations/Soundtracks
    7 References
    8 External links

Origin of The Name

Band name origin is rumored to be derived from Rekti's father, Sigit.
Brief history
1994-2002

Period of formation. In this period, they met each other, played and hung out together, fought each other, rehearsed a lot, and wrote their song.
2002-2004

In 2004, The S.I.G.I.T. signed to Spills Records and released their self titled debut mini album (EP) and performed many bar gigs and venue. Their first single, Soul Sister soon became a local radio hits in Bandung and Jakarta, MTV Trax Magazine described them as "The Hottest Rock N Roll Band".

After contributing on movie soundtrack for Catatan Akhir Sekolah (CAS), their fanbase grow rapidly. Did I Ask Your Opinion, which appeared as OST on former movie, finally became their first single to be broadcast on MTV Indonesia.

After leaving Spills Records, they began to spread their stage performance to bigger venue and region...
2005-...

Their name appeared on NME's Stereo (30 July) "The S.I.G.I.T. - Black Amplifier. Scorching, gonzo Zep Rock from our hot new Indonesian Friend"
2006

Signed to FFWD and released "Visible Idea of Perfection" in December under FFWD's subsidiary label FFCUTS
2007

Signed to Australian Caveman! and released "Visible.." which distributed by Reverberation. They toured Australia in June to coincide the release date.
2009

Appearing at SXSW 2009 in Austin Texas.[2] Toured California [3] and Hong Kong.[4] Released "Hertz Dyslexia" on June with a sold out solo concert in the biggest indoor venue in Bandung.
Australian Tour

In 2007, an Australian rock band Dallas Crane was inviting The S.I.G.I.T. to join their Australian tour as an opening act band. The S.I.G.I.T agree that invitation and become known by Australian people in indie music scene.[5][6]
Fans

The S.I.G.I.T has gained die hard fans, not only in Indonesia, also in Australia, USA, who call themselves The Insurgent Army. Many of Insurgent Army shows their loyalty to The S.I.G.I.T in unique ways.
Members

  1.     Rektivianto Yoewono (Vocal, guitar)
  2.     Farri Icksan Wibisana (Guitar)
  3.     Aditya Bagja Mulyana (Bass, backing vocal)
  4.     Donar Armando Ekana (Drums)

Discography
Albums

    Visible Idea of Perfection (2006 on FFCUTS Records/2007 on Caveman! Records/ Reverberation)[7]

EPs

    Self Titled (2004 on Spills Records)[8]
    Self Titled (2007 on Caveman! Records/ Reverberation)[9][10]
    Hertz Dyslexia Part.1 (June 2009 on FFCUTS Records, includes DVD)[11][12]
    Hertz Dyslexia Part.2 (Due to be released later in 2010 on FFCUTS Records)

Compilations/Soundtracks

    Catatan Akhir Sekolah movie soundtrack (2005)
    Radit dan Jani movie soundtrack (2008)

References

  •      Making Waves: Indonesia
  •      2009.sxsw.com
  •      The S.I.G.I.T. live at San Francisco
  •      The S.I.G.I.T. Live video at Fringe Club Hong Kong on Youtube.com
  •      Fasterlouder.com
  •      Triple J Radio Interview
  •      amazon.com
  •      Review by deathrockstar.info
  •      amazon.com
  •      Review by ravemagazine.com.au
  •      Review by deathrockstar.info
  •      Review by rollingstone.co.id

External links

Selasa, 12 Februari 2013

Progressive Rock

Posted by Soul Sister 23.00, under | No comments



A definition of Progressive Rock Music


Progressive rock (often shortened to prog or prog rock) is a form of rock music that evolved in the late 1960s and early 1970s as part of a "mostly British attempt to elevate rock music to new levels of artistic credibility." The term "art rock" is often used interchangeably with "progressive rock", but while there are crossovers between the two genres, they are not identical.
Progressive rock bands pushed "rock's technical and compositional boundaries" by going beyond the standard rock or popular verse-chorus-based song structures. Additionally, the arrangements often incorporated elements drawn from classical, jazz, and world music. Instrumentals were common, while songs with lyrics were sometimes conceptual, abstract, or based in fantasy. Progressive rock bands sometimes used "concept albums that made unified statements, usually telling an epic story or tackling a grand overarching theme."
Progressive rock developed from late 1960s psychedelic rock, as part of a wide-ranging tendency in rock music of this era to draw inspiration from ever more diverse influences. The term was applied to the music of bands such as King Crimson, Yes, Genesis, Pink Floyd, Jethro Tull, Soft Machine and Emerson, Lake and Palmer. Progressive rock came into most widespread use around the mid-1970s. While progressive rock reached the peak of its popularity in the 1970s and early 1980s, neo-progressive bands have continued playing for faithful audiences in the subsequent decades.
Musical characteristics Form: Progressive rock songs either avoid common popular music song structures of verse-chorus-bridge, or blur the formal distinctions by extending sections or inserting musical interludes, often with exaggerated dynamics to heighten contrast between sections. Classical forms are often inserted or substituted, sometimes yielding entire suites, building on the traditional medleys of earlier rock bands. Progressive rock songs also often have extended instrumental passages, marrying the classical solo tradition with the improvisational traditions of jazz and psychedelic rock. All of these tend to add length to progressive rock songs, which may last longer than twenty minutes.
Timbre (instrumentation and tone color): Early progressive rock groups expanded the timbral palette of the then-traditional rock instrumentation of guitar, organ, bass, and drums by adding instruments more typical of jazz or folk music, such as flute, saxophone and violin, and more often than not used electronic keyboards, synthesizers, and electronic effects. Some instruments – most notably the Moog synthesizer and the Mellotron – have become closely associated with the genre.
Rhythm: Drawing on their classical, jazz, folk and experimental influences, progressive rock artists are more likely to explore time signatures other than 4/4 and tempo changes. Progressive rock generally tends to be freer in its rhythmic approach than other forms of rock music. The approach taken varies, depending on the band, but may range from regular beats to irregular or complex Time Signatures.
Melody and Harmony: In prog rock, the blues inflections of mainstream rock are often supplanted by jazz and classical influences. Melodies are more likely to be modal than based on the pentatonic scale, and are more likely to comprise longer, developing passages than short, catchy ones. Chords and chord progressions may be augmented with 6ths, 7ths, 9ths, and compound intervals; and the I-IV-V progression is much less common. Allusions to, or even direct quotes from, well-known classical themes are common. Some bands have used atonal or dissonant harmonies, and a few have even worked with rudimentary serialism.
Texture and imagery: Ambient soundscapes and theatrical elements may be used to describe scenes, events or other aspects of the concept. For example, Leitmotif is used to represent the various characters in Genesis' "Harold the Barrel" and "Robbery, Assault and Battery." More literally, the sounds of clocks and cash registers are used to represent time and money in Pink Floyd's The Dark Side of the Moon.
Other characteristics Technology: To aid timbral exploration, progressive rock bands were often early adopters of new electronic musical instruments and technologies. The mellotron, particularly, was a signature sound of early progressive bands. Pink Floyd utilized an EMS Synthi A synthesizer equipped with a sequencer on their track "On the Run" from their 1973 album Dark Side of the Moon. In the late 1970s, Robert Fripp, of King Crimson, and Brian Eno developed an analog tape loops effect (Frippertronics). In the 1980s, Frank Zappa used the Synclavier for composing and recording, and King Crimson utilized MIDI-enabled guitars, a Chapman Stick, and electronic percussion.
Concept albums: Collections of songs unified by an elaborate, overarching theme or story are common to progressive rock. As songs by progressive rock acts tend to be quite long, such collections have frequently exceeded the maximum length of recorded media, resulting in packages that require multiple vinyl discs, cassettes, or compact discs in order to present a single album. Concepts have included the historical, fantastical, and metaphysical, and even, in the case of Jethro Tull's Thick as a Brick, poking fun at concept albums.
Lyrical themes: Progressive rock typically has lyrical ambition similar to its musical ambition, tending to avoid typical rock/pop subjects such as love, dancing, etc., rather inclining towards the kinds of themes found in classical literature, fantasy, folklore, social commentry or all of these. Peter Gabriel (Genesis) often wrote surreal stories to base his lyrics around, sometimes including theatrical elements with several characters, while Roger Waters (Pink Floyd) combined social criticism with personal struggles with greed, madness, and death.
Presentation: Album art and packaging is often an important part of the artistic concept. This trend can be seen to have begun with The Beatles' Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band and played a major part in the marketing of progressive rock. Some bands became as well known for the art direction of their albums as for their sound, with the "look" integrated into the band's overall musical identity. This led to fame for particular artists and design studios, most notably Roger Dean for his work with Yes, and Hipgnosis for their work with Pink Floyd and several other progressive rock groups.
Stage theatrics: Beginning in the early 1970s, some progressive rock bands began incorporating elaborate and sometimes flamboyant stage theatrics into their concerts. Genesis lead singer Peter Gabriel wore many different colourful and exotic costumes in one show and frequently acted out the lyrical narrative of the songs, and the band used lasers and giant mirrors synchronized with the music. Yes incorporated futuristic stage sets designed by Roger Dean, including massive spaceship props and complex lighting. Yes also performed 'in-the-round', with the band on a round stage set up in the middle of the arena. Jethro Tull released rabbits on stage (see here). One of ELP's many stage antics include Emerson's "flying piano" at the California Jam concert, in which a Steinway grand piano would be spun from a hoist. Pink Floyd used many stage effects, including crashing aeroplanes, a giant floating pig, massive projection screens, and, in 1980, an enormous mock brick wall for The Wall performances. Rush incorporated lasers and film backdrops into their stage show. Frank Zappa and The Mothers of Invention used a giant giraffe prop and did improvisational comedy skits. Marillion's former lead singer Fish wore a jester costume inspired by the band's first album, Script for a Jester's Tear.


The development of Progressive Rock Music

Akhir 60-an dan awal tahun 70-an
Saya akan mengatakan itu semua dimulai dengan musik psychedelic, yaitu pada dasarnya Jimi Hendrix dan FLOYD sebelumnya PINK (semua barang-barang mereka dengan Syd Barrett). Beberapa orang mengatakan bahwa The Beatles juga memiliki kontribusi terhadap gerakan prog). Kemudian datang band-band seperti RAJA CRIMSON dan YES pada akhir tahun enam puluhan. RAJA CRIMSON, bersama dengan VAN DER Graaf GENERATOR (VDGG) membantu menentukan genre sub-dari musik progresif disebut prog keras ('keras' mengacu pada suasana tersiksa catatan mereka, namun "Di Pengadilan Dalam The King Crimson" adalah simfoni prog). YA sedang bermain simfoni rock, disebut demikian karena penggunaan orkestra simfoni. GENESIS sudah merekam pada akhir tahun enam puluhan, tetapi hubungan mereka ke progressive rock yang belum didefinisikan. Dengan "penebus" album, hal menjadi jelas tentang GENESIS. YA dan GENESIS tetap ikon dalam musik rock simfonik. Band lain mengikuti langkah mereka kemudian: GIANT LEMBUT, CAMEL antara lain. Pada saat yang sama seperti simfoni rock berkembang di Inggris, band Italia banyak melakukan sejenis musik: BANCO DEL MUTUO SOCCORCO (BDMS untuk pendek), PREMIATA Forneria MARCONI (PFM), Le ORME, quella VECCHIA LOCANDA (QVL) antara lain. Kedua negara yang paling produktif sejauh progressive rock yang bersangkutan.

Mari kita kembali ke Inggris untuk fokus pada satu sub-genre yang berasal dari negara Canterbury. CARAVAN didefinisikan bahwa sub-genre dengan album kedua mereka dan band-band seperti HATFIELD DAN UTARA dan KESEHATAN NASIONAL kemudian diikuti (ditambah sebuah band yang tidak berasal dari Inggris tetapi dari USA, SELAMAT ATAS MAN). Album pertama GONG ("Camembert Electrique", menampilkan Pip Pyle pada drum yang kemudian bergabung HATFIELD dan NASIONAL KESEHATAN) milik genre ini juga untuk sub-. Daevid Allen (yang kemudian mendirikan GONG) dibentuk dengan MESIN Wyatt Robert LEMBUT, sebuah band yang bisa dianggap sebagai milik adegan Canterbury untuk pertama mereka tiga rilis, tapi yang beralih ke jazz-fusion (dengan "Ketiga"), yang lain sub- genre yang disertakan juga kemudian Bruford dan BRAND X, dan di Amerika Serikat Frank Zappa.

Jadi, semua awal tahun tujuh puluhan, 3 sub-genre yang sudah ditetapkan: simfoni (YES, GENESIS), Canterbury (CARAVAN, GONG sebelumnya), prog keras (RAJA CRIMSON, VDGG).

Tahun 70-an
Setelah Syd Barrett meninggalkan PINK FLOYD, musik mereka menjadi lebih lembut dengan bagian-bagian halus: mereka mendefinisikan sub-genre baru, batu luar angkasa. GONG juga mengikuti cara yang sama dengan "Telur Malaikat" (tapi dengan humor), catatan terbaik mereka hingga saat ini. Setelah Perpecahan Yardbirds, Keith Relf dibentuk dengan istrinya Jane RENAISSANCE Band, kelompok musik rakyat yang dicampur dengan rock progresif. Jethro Tull Seiring dengan, RENAISSANCE yang memenuhi syarat sebagai band prog rakyat. Popularitas RENAISSANCE tumbuh setelah Annie Haslam diganti Jane Relf pada vokal dan mereka melepaskan "Cerita Scheherazade Dan Lain" besar pada tahun 1975. Jethro Tull merilis "Aqualung" pada tahun 1971, sebuah album yang dianggap sebagai hari klasik, tapi saya akan merekomendasikan aliran-up "Tebal Sebagai Brick A" sebagai pengantar untuk kontribusi mereka terhadap rakyat prog scene.

Lain genre sub-dari rock progresif juga berkembang pada tahun tujuh puluhan: seni cadas, yang dipimpin oleh band-band seperti Supertramp, ROXY MUSIC, 10 CC. Kelompok-kelompok ini sedang bermain musik sederhana daripada di prog lain sub-genre. Di Jerman, sebuah kelompok yang disebut MIMPI TANGERINE sedang bermain musik secara eksklusif berbasis instrumen elektronik, maka musik mereka disebut "Electronic" (atau New Age "), meskipun mungkin termasuk instrumen tidak elektronik banyak (seperti halnya untuk Mike Oldfield) , Vangelis dan SINERGI milik juga untuk genre ini sub-. Banyak band Jerman yang muncul pada awal tahun tujuh puluhan digolongkan sebagai "Krautrock", sebuah sub-genre tambahan dari rock progresif, termasuk GROBSCHNITT, AMON DÜÜL, ASH RA . TEMPEL Suatu bentuk minimalis dari musik "elektronik" muncul juga pada tahun tujuh puluhan:. ambient Kraftwerk, Brian Eno, CLUSTER masuk kategori ini Selain itu, di Inggris genre sub-berdasarkan improvisasi dan dengan latar belakang jazz muncul pada tahun 1973 dengan. pelepasan "Akhir Leg" HENRY SAPI ini (RIO, Rock In Oposisi).

Saya lupa menyebutkan bahwa EMERSON, DANAU & PALMER (ELP), band yang mengumpulkan anggota RAJA CRIMSON, ROOSTER ATOMIC dan The album dirilis BAGUS ("Tarkus" yang dianggap sebagai yang terbaik) milik genre sub-disebut prog klasik, seperti mereka sering menampilkan lagu yang merupakan adaptasi dari karya musik klasik ("Gambar Pada An Exibition" misalnya). The Wakeman BAGUS dan Rick milik juga untuk genre sub-, Di Amerika Utara, beberapa kelompok berusaha untuk campuran hard rock dengan unsur-unsur progresif, band tersebut RUSH, Styx antara lain (KANSAS juga dapat ditambahkan ke kategori ini tetapi juga dekat ke adegan simfoni English prog). Mereka disebut prog kemegahan sebagai intro dan Outros dari beberapa lagu mereka "sombong".

Saya sebutkan sebelumnya pengembangan adegan jazz-fusion dengan BRAND X (menampilkan Phil Collins), Bruford, dan Zappa, musik yang terakhir ini bisa dianggap sebagai sub-genre yang unik (campuran jazz, doo-wap, rock ... ). Band lain juga berakar kuat dalam jazz tetapi termasuk juga mempengaruhi mulai dari Stockhausen ke Duke Ellington, melalui opera: MAGMA, yang menciptakan sub-genre Zeuhl, dengan dimengerti bahasa hanya oleh mereka ("Kobaïa").

Jadi, di akhir tahun tujuh puluhan Anda memiliki 10 sub-genre baru dalam progressive rock: rock art, prog rakyat, prog klasik, RIO, jazz-fusion, Zeuhl, ambient, elektronik, Krautrock, prog kemegahan

Tahun 80-an
The rock progresif digantikan oleh "gerakan punk" di akhir tahun tujuh puluhan, sebuah "musik" yang bertujuan adalah untuk membuktikan bahwa semua orang bisa bermain musik. "Punk" memunculkan gelombang dingin di tahun delapan puluhan dan prog rock berkurang menjadi apa yang disebut neo progresif (bentuk sederhana dari prog simfoni tetapi dengan drum hadir banyak), dan embrio dari apa yang menjadi pada awal tahun sembilan puluhan prog metal. SAGA mungkin yang pertama untuk memainkan prog neo, namun Marillion, IQ dan Pendragon adalah wakil terbaik dari genre ini sub-. Album Landmarq termasuk "Anak Misplaced" oleh Marillion, "Masquerade Overture ('96)" oleh Pendragon dan "pernah" oleh IQ.

Tahun 90-an
Prog metal dikembangkan dengan DREAM THEATER ini "Gambar Dan Kata-kata". Namun, pada tahun delapan puluhan beberapa kelompok sudah memainkan logam berat berbasis musik progresif: Queensryche, Fates Warning, MENARA PENGAWAL. Terima kasih kepada Mike Varney di Amerika Serikat, yang mendirikan label Carta prog Magna, dan di Eropa Inside Out Label. Selain prog metal. BEARD Spock'S sedang bermain prog simfoni dengan referensi ke GIANT LEMBUT dan GENESIS dan ECHLOLYN dan IZZ sedang bermain musik lebih dekat ke prog neo. Di Eropa Utara, Skandinavia simfoni prog scene dikembangkan dengan band-band seperti The KJINGS BUNGA, ANGLAGARD dan SINKADUS, Sebuah posting RIO adegan juga dikembangkan dengan Djam KARET, BERPIKIR WABAH ... Beberapa kelompok bermain jazz fusion-: KENSO, CARTOONE, DEUS EX Machina . Porcupine Tree dan TENACLES OZRIC bermain batu ruang angkasa. COLLAGE, clepsydra besar pita topi sangat dipengaruhi oleh IQ dan Marillion.

Dengan demikian, di tahun sembilan puluhan Anda memiliki kebangkitan adegan prog tidak hanya dengan penampilan sub-genre baru: prog metal, tetapi juga dengan band-band memainkan gaya yang dikembangkan pada tahun tujuh puluhan.

Rabu, 19 Desember 2012

Dream Theater John Petrucci Pembicaraan Tentang Keputusan Untuk Tetap Pada Roadrunner, Win A Cel Film Signed

Posted by Soul Sister 17.45, under | No comments


Exclusive : Dream Theater’s John Petrucci Talks About Decision To Remain On Roadrunner ' Win A Signed Film Cel

 

 



Awal pekan ini, Dream Theater mengumumkan bahwa mereka akan kembali menandatangani kontrak dengan Roadrunner Records. Sementara mereka sudah berjalan sukses dengan label selama lima tahun terakhir, perubahaan staf baru-baru ini di Roadrunner memiliki potensi untuk membuat mereka mencari di tempat lain. Dalam sebuah wawancara eksklusif, gitaris John Petrucci membahas apa yang menyebabkan mereka untuk tinggal dengan Roadrunner, bagaimana album baru adalah membentuk, dan memilih untuk membawa pulang metal rock / keras Grammy.

Juga, Insider Logam adalah memberikan diri sepasang cels film dari video "Forsaken" yang ditandatangani oleh seluruh band! Dengan Roadrunner dalam proses pindah kantor, mereka menggali beberapa permata bagi kita. Ada dua cara untuk masuk: melalui formulir pendaftaran di bawah ini, atau dengan menyukai kami di Facebook. Kami akan memilih dua pemenang secara acak pada hari Jumat, 14 Desember. Maaf, warga AS saja.



Selamat ulang upping dengan Roadrunner. Apa yang menyebabkan keputusan Anda untuk pergi dengan mereka lagi?

Kami sudah dengan Roadrunner selama sekitar lima tahun yang mencakup kehidupan tiga catatan yang kami lakukan dengan mereka, dan itu sudah luar biasa. Mereka sebuah perusahaan rekaman besar, kita mencintai semua orang di sana, mereka mendapatkan Dream Theater, dan mereka benar-benar di papan dengan apa yang kita semua tentang. Karena itu, ketika kita mendengar ada beberapa perubahan, terutama beberapa yang besar, tentu saja kita yang prihatin. Hal ini cukup umum dalam industri musik, dan kami sudah mengalami itu sebelumnya. Kami berada di Warner sejak kontrak awal kami dengan Atco, dan bahwa kesepakatan, yang kita ditandatangani ketika kami masih sangat muda, adalah untuk delapan album, yang gila. Label berubah begitu banyak kali, itu Atco, itu Atco / EastWest, Elektra itu, dan ada yang terus-menerus perubahan personel. Ada yang meninggalkan presiden, orang-orang penting di A & R meninggalkanku. Jadi kami tidak khawatir dengan itu.

Itu benar-benar masalah mengajukan pertanyaan yang tepat, dan berbicara kepada semua orang di sana. Beberapa orang kunci tidak ada lagi, seperti Monte (Conner, Sr VP of A & R) yang saya bekerja dengan begitu erat dan menjadi berteman dengan selama bertahun-tahun, itu perubahan sangat menjengkelkan. Dan perubahan terbaru dengan Jonas (Nachsin) meninggalkan, yaitu perubahan besar. Pada saat yang sama, ada orang-orang yang masih ada yang sama-sama sebagai besar bagian dari karir kita. Gagasan bahwa orang-orang yang tinggal dan masih akan menjadi bagian dari ini adalah sangat meyakinkan. Kami juga punya sedikit pengalaman yang baik dengan jenis perubahan yang saya bahkan tidak menyadari. Ketika perubahan serupa terjadi beberapa tahun yang lalu dan kantor di Jepang bergabung, saya tidak menyadari bahwa banyak dari orang-orang yang telah bergabung menjadi kantor Warner, dan pengalaman kami di Jepang terakhir kali adalah luar biasa. Jadi untungnya, saya tidak melihat sesuatu yang masalah.

Isu lain yang besar bagi kita adalah Eropa dan Inggris, di mana kita memiliki kehadiran pasar yang sangat besar. Jadi gagasan mereka penutupan kantor dan tidak bekerja dengan orang-orang ini sangat mengejutkan bagi kita. Tapi itu masalah berbicara kepada Roadrunner dan berbicara tentang pengaturan baru antara mereka dan Warner. Dan kami merasa benar-benar baik tentang hal itu. Kami merasa seperti kembali menandatangani dan terus membangun off dari sejarah. Melakukan tiga album bersama-sama berarti tiga wisata, berarti banyak promosi, dan banyak bekerja sama. Jadi kami merasa seperti itu pasti langkah yang tepat.

Tidak ada salahnya bahwa tiga terakhir album telah di antara yang paling sukses Anda.

Tentu saja. Mereka memiliki dalam banyak cara. Awan hitam dan Sebuah Hidupkan Drama Acara berdua sepuluh Billboard-charting album untuk pertama kalinya dalam karir kami. Album terakhir membuat kami nominasi Grammy pertama dalam karir kami. Jadi selama tiga album terakhir, kami telah tumbuh sebagai sebuah band di seluruh dunia, sehingga menegaskan bahwa masa pertumbuhan terjadi selama waktu kita sudah berada di Roadrunner. Ini merupakan langkah besar untuk menandatangani dengan mereka, dan itu sama besar untuk melanjutkan.



Yang ada label lain mengendus-endus?

Ya. Ada penawaran lain bahwa kita sedang mempertimbangkan, tapi kita pasti merasa kuat tentang Roadrunner dan membangun hubungan dan sejarah. Dengan orang-orang yang ada, dan apa yang kami lakukan bersama-sama, dan bagaimana mereka tahu bagaimana kita beroperasi dan bagaimana kita tahu mereka beroperasi, ada banyak yang bisa dikatakan untuk itu. Ketika label memahami band, dan band memahami label, ada ikatan. Setiap band yang unik, dan setiap band memiliki jenis yang berbeda dari penonton. Kami pasti bukan band rata-rata sejauh musik yang kami mainkan dan kami mengajak penonton. Sulit untuk mendapatkan orang-orang yang memahami bahwa. Karena hubungan yang diperkuat dan dikembangkan selama tiga album, tetap berjalan masuk akal begitu banyak.



Melakukan penandatanganan band prog bermain Rush sesama dalam keputusan Anda untuk melanjutkan dengan Roadrunner?

Tentu saja! Kami penggemar Rush besar, dan kami beroperasi dengan WWRD, Apa yang Akan Dilakukan Rush, dalam hal pilihan karir, dari memiliki Hugh Syme melakukan karya seni kami untuk selalu berusaha untuk mendapatkan pertunjukan kami untuk datang sebagai dekat dengan acara Rush-besarnya. Jadi fakta bahwa mereka menandatangani kontrak dengan Roadrunner berarti banyak bagi kami. Kami senang untuk Roadrunner, dan itu adalah langkah besar, dan itu besar. Ini menempatkan kita ke perusahaan besar dengan sezaman kita, dan memberikan label kunci pada adegan progresif. Yang pasti dimainkan faktor.



Bagaimana dikembangkan adalah album baru?

Sejauh itu belum terlalu dikembangkan sama sekali. Kami dijadwalkan untuk pergi ke studio pada bulan Januari. Menjadi satu bulan atau lebih keluar, kami memiliki beberapa ide kami mengumpulkan sementara kami berada di jalan, dan kami memiliki orang-orang diarsipkan. Dan sejak aku kembali dari jalan, dan memiliki beberapa waktu off, saya telah menghabiskan lebih banyak waktu kompilasi, menulis dan demoing beberapa hal. Ada sekelompok biji, sekelompok ide, dan arah yang pasti. Semua orang yang dipekerjakan, studio terkunci, dan visi untuk jenis album telah dibicarakan dan dijamin. Satu-satunya hal yang tidak ada adalah bahan utama, tapi kami akan pergi berlaku pada tanggal January penuh.
Anda disebutkan Anda memiliki arah tahu. Apakah itu sesuatu yang Anda siap untuk mendiskusikan?

Belum, itu terlalu dini. Sebelum kita masuk ke album, saya ingin duduk dan berpikir tentang apa yang akan kita lakukan bukan hanya masuk dan winging. Saya biasanya akan datang dengan semacam proposal, dan kita akan membicarakannya beberapa kali selama bulan, dan mendapatkan semua orang pada halaman yang sama. Dengan cara ini, orang dapat mulai berpikir tentang ide-ide musik ke arah itu, dan mendapatkan di ruang atas yang tepat. Bagi saya, itu membuat semuanya jadi lebih jelas ketika Anda berada di studio. Jika Anda memiliki arah dan tujuan, Anda mendapatkan hasil yang lebih baik.



Akankah Mike Mangini lebih terlibat dalam catatan ini?

Ya. Untuk album terakhir, ia tidak terlibat dalam penulisan. Kami menulis tanpa dia selama 2 ½ bulan, dan dia datang dan dilacak. Kali ini, dia akan berada di sejak hari pertama, jadi kita akan menulis bersama-sama sebagai kelompok penuh. Rekaman yang kita miliki dari melakukan hal itu sedikit di jalan telah luar biasa. Pada soundcheck, jika aku datang dengan sebuah ide dan kami akan mulai jamming di atasnya, dia benar-benar cepat dan memiliki konsep kreatif yang besar. Saya pikir itu akan menjadi pengalaman yang sangat dingin.



Setiap kerangka waktu untuk ketika album akan keluar?

Saya tidak yakin. Kami berada di jadwal yang sama sebagai A Hidupkan Drama Acara, yang berarti bahwa kita memasuki studio pada saat yang sama untuk bekerja di album itu, dan itu tidak keluar sampai September. Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah itu akan mengikuti jadwal rilis yang sama. Pada saat kita sudah selesai, menulis, merekam, mixing, mastering, bisa Mei-ish, dan kemudian kita memukul musim festival musim panas di Eropa sekitar bulan Juli atau lebih, mungkin akan menjadi jadwal yang sama.



Band yang terakhir Anda lakukan di sini adalah dengan The ProjecKt Crimson, yang benar-benar sebuah band progresif, dan Anda juga telah melakukan tur dengan band-band yang lebih berat seperti Trivium. Apakah ada satu jenis band Anda memilih untuk tur dengan?

Saya suka mencampurnya. Mereka adalah dua contoh besar. Orang-orang Trivium adalah orang besar seperti itu, orang-orang baik dan band menakjubkan. Mereka band muda dengan banyak api, banyak drive, dan musik besar, tapi berat. Dan Anda punya Crimson, yang adalah band klasik, dan juga orang-orang besar. The Crimson ProjecKt adalah campuran dari anggota yang lebih tua dan anggota muda. Tony Levin, saya telah bekerja dengan dan dikenal begitu lama. Mendapatkan untuk bergaul dengan Adrian Belew untuk pertama kalinya, dan dengan Trivium, mengenal dan bergaul dan menjadi teman dengan Matt semuanya telah pengalaman hebat. Hal yang menghubungkan itu, meskipun yang lebih prog klasik dan seseorang logam lebih modern, adalah bahwa para pemain luar biasa. Dalam kedua situasi, Anda memiliki musik yang luar biasa dan orang-orang yang peduli tentang membuat musik yang luar biasa, peduli melakukan sesuatu yang berbeda dan batas-batas melanggar, dan itu membuat untuk acara yang luar biasa. Ini filosofi kami juga. Kami ingin menjadi pemain terbaik yang kita bisa, dan mencoba untuk bermain lebih baik, dan mencoba untuk membuat acara terlihat lebih baik, dan mencoba untuk merintis jalan baru. Touring dengan band-band seperti itu, Anda tidak bisa salah.



Sebagai sebuah band nominasi Grammy, apakah Anda memiliki memilih untuk tahun metal dan hard rock Grammy ini sekarang bahwa nominasi yang keluar?

Saya pikir itu akan menjadi luar biasa jika Domba Allah mendapatkannya, karena itu album yang hebat. Dan aku tahu mereka telah dinominasikan sebelumnya. Dan Megadeth telah dinominasikan sebelumnya juga. Saya tidak berpikir mereka pernah menang, sehingga harus benar-benar frustasi.



Berbicara tentang Anak Domba Allah, apa pendapat anda tentang masalah hukum Randy.

Pertama-tama, tidak ada yang harus di atas panggung, tak seorang pun harus melompat di atas sana. Kedua, saya tidak cukup tahu tentang situasi, tapi aku yakin Randy tidak sengaja mencoba untuk mendorong seseorang off atau ada hubungannya dengan itu. Ini benar-benar menyedihkan dan disayangkan. Saya merasa mengerikan untuk anak-anak yang kehilangan nyawanya, tapi tidak ada yang harus di panggung.